Mata Pena

Tabloid OSIS SMA Santo Yosef Lahat

CIPTAKAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS IT GURU SMA SANTO YOSEF SUKSES RAIH PRESTASI


Pak PetrusSabtu (16/11) lalu beberapa siswa SMA Santo Yosef mengikuti lomba yang diselenggarakan di SMA Tarakanita Gading Serpong, Tanggerang. Perlombaan ini diselenggarakan oleh Yayasan Tarakanita Indonesia dan diikuti oleh sekolah-sekolah di bawah naungan Yayasan Tarakanita seperti  Surabaya, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jakarta, Bengkulu, dan Kabupaten Lahat.

Perlombaan diadakan bagi semua jenjang pendidikan, mulai dari SD sampai dengan SMA. Dalam perlombaan ini yang berkompetisi tidak hanya siswa, guru-guru Yayasan Tarakanita pun ikut ambil bagian. Salah satunya guru fisika SMA Santo Yosef Lahat, Bapak Petrus Purbadi, S. Si. Guru yang sering di sapa Pak Pet ini berhasil menyabet juara dua dalam lomba yang diselenggarakan oleh Yayasan Tarakanita Indoensia tersebut.

Tema perlombaan yang diikuti Pak Petrus yaitu “Media Pembelajaran Berbasis TIK.” Tema ini bukanlah tema yang mudah, banyak kendala yang dihadapi Pak Pet ketika membuat konsep, seperti sulitnya menemukan ide dan meluangkan waktu untuk mempersiapkan diri di tengah kesibukan yang ada. Dalam perlombaan seperti ini ide yang menarik dan bermanfaat adalah kunci utama untuk bisa mendapatkan hasil yang memuaskan. Pak Pet membutuhkan waktu dua minggu untuk mempersiapkan materi yang akan dilombakan agar hasilnya memuaskan. Materi yang diangkat adalah materi fisika tentang vektor. Dalam pembuatan materi, Pak Pet menggunakan program power point  berbasis Java Real Team.

Pada saat perlombaan dilaksanakan, para peserta harus mempresentasikan karyanya di hadapan para juri dan audience. Perasaan gugup tentunya menyelimuti peserta lomba, termasuk Pak Pet. Namun, ia dapat mengatasi perasaan gugupnya tersebut dengan terus memotivasi diri.

Pak Petrus bersaing dengan 30 peserta dari 7 wilayah berbeda. Hal tersebut membuat persaingan menjadi yang terbaik menjadi semakin sulit. Namun, hal itu tidak membuatnya patah arang, karena ia selalu memotivasi dirinya, ia yakin dan percaya diri bahwa guru-guru di daerah juga memiliki kemampuan dan potensi yang tidak kalah dengan mereka yang berada di kota-kota besar.

Kesulitan-kesulitan yang dialami selama persiapan akhirnya terbayar, setelah hasil lomba dimumkan.  Pak Pet berhasil manyabet juara dua dalam komepetisi antarguru Yayasan Tarakanita tersebut. Ia merupakan salah satu wakil dari wilayah Lahat yang berhasil mendapatkan juara dalam kompetisi tersebut.

Guru fisika yang bermotto “Jalani hidup seperti air mengalir dan melakukan apa yang bisa dilakukan” ini berpesan kepada seluruh siswa-siswi SMA Santo Yosef untuk selalu belajar. Belajar yang dimaksudkan bukan hanya belajar berdasarkan kurikulum yang ada di sekolah melainkan belajar di luar kurikulum sekolah seperti melakukan praktik-praktik, mencari informasi di internet ataupun belajar dengan orang-orang yang ahli perlu dilakukan. “Belajarlah yang rajin, tidak hanya belajar berdasarkan kurikulum sekolah, tetapi carilah informasi-informasi lain yang bermanfaat, karena hal itu dapat meningkatkan kreativitas dan jangan cepat putus asa” pesan Bapak Petrus bagi seluruh siswa-siswi SMA Santo Yosef.

Avia Meinamara

April 4, 2014 Posted by | Prestasi | Tinggalkan komentar

SOAL PRESTASI, PUTRA DAERAH BERANI DIADU


YobelBerbadan tinggi, berkulit putih dan bermata sipit mendominasi penampilan Eliezer Crescendo Yobel. Di kelas, Yobel lebih banyak diam. Namun murid kelas X SMA Santo Yosef ini menyabet juara dua Olimpiade Sains Tarakanita se-Indonesia, 15 November 2013 lalu.

Yobel gemar membaca buku-buku Informatika dan Teknologi (IT). Hal ini membawa dirinya untuk meraih juara Olimpiade Sains bidang IT.

Cowok kelahir Palembang, 7 Januari 1998 ini, membawa nama sekolah menuju Tangerang pada 12 November lalu bersama tujuh temannya. Mereka mengikuti Lomba Olimpiade di SMA Tarakanita Gading Serpong, Tangerang, Banten. Olimpiade ini diadakan 5tahun sekali dan diikuti seluruh sekolah yang berada di bawah Yayasan Tarakanita. Bersama seorang temannya, Nathania, Yobel membuat webdesign. Dengan bantuan Bapak Toni, guru TIK, di SMA Santo Yosef, Yobel belajar pembuatan design.

Senyum bangga tak kunjung hilang terpancar diwajahnya, ketika trophy diserahkan kepadanya. Rasa bangga akan hasil kerja kerasnya selama mempersiapkan diri telah lunas terbayar. Prestasi yang diraihnya membuat bangga sekolah dan keluarganya.

“Senang bisa dipercaya sekolah untuk mengikuti OSTAR di Tangerang. Dari sekian banyak murid, yang terpilih dan ditunjuk hanya saya dan Nathaniauntuk mengikuti lomba,” kata Yobel yang gemar bermain komputer ini.

“Enggak percaya waktu dipanggil bisa dapat juara dua. Padahal waktu diumumin juara tiga, udah mikir kalau engga bakal bisa menang. Apalagi dapat juara dua,” tambah putra dari pasangan Hardy dan Lenny ini.

Meski punya moto “Jalani hidup dengan biasa-biasa saja,” namun Yobel selalu ingin belajar sesuatu yang baru. “Terus mengasah kemampuan bakat yang kita miliki. Suatu saat nanti, bakat itu akan menghasilkan buah yang baik pula untuk kita. Orang lain pun ikut merasakannya,” pesan Yobel saat diwawancaraiTim Mapen.

 Chris Monalisa (XA)

April 4, 2014 Posted by | Prestasi | Tinggalkan komentar

PERSIAPAN MENUJU GERBANG MASA DEPAN


Foto Try OutTelihat raut wajah tampak gelisah, tangannya membolakbalik buku halaman demi halaman dan kesibukan terjadi didepan koridor ruang 1 sampai ruang 9, para siswa sedang berjalan sambil membawa buku pelajaran yang akan diujikan siang ini.Seperti inilah suasana hari pertama try out siswa-siswi SMA Santo Yosef Lahat menjelang UjianAkhir Sekolah dan Ujian Akhir Nasional. Meskipun badan letih dan lesu, mereka tetap mengikuti try out siang ini dengan antusias.

 

Senin(27/1), suasana terik matahari bercampur mendung menemani siswa-siswi kelas XII SMA Santo Yosef Lahat datang kesekolah untuk menjalani try out kedua. Terlihat senyum sumbringah dan mata letih dari wajah siswa-siswi kelas XII saat mulai memasuki ruang try out, sembari menunggu pengawas masuk kedalam ruang try out beberapa siswa-siswi melantunkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar membimbing dan menyertai mereka dalam menjawab soal-soal.

Setelah berdoa, pengawas masuk ke ruang try out dan membagikan soal-soal try out, keramaian dan keributan langsung berubah seketika menjadi hening. Terlihat ketegangan yang terlukis diwajah para siswasaat soal dan lembar jawaban mulai dibagikan pengawas ruangan. Try out dilakukan pada sore hari setelah jam KBM berakhir, pukul 14.15 sampai dengan pukul 16.30 WIB.

“Untuk persiapan menghadapi Ujian Nasional siswa diminta melakukan dua hal. Pertama, meyangkut pengayaan sore hari  mencakup seluruh materi pelajaran yang akan diujikan. Kedua, mengikuti sosialisasi jadwal, kisi-kisi, dan persiapan siswa untuk mengikuti Ujian Nasional.” Kata Bapak Ignasisus Sukino selaku Waka Kurikulum SMA Santo Yosef. Beliau juga mengatakan try out dan pengayaan merupakan program sekolah yang sudah direncanakan sejak awal tahun pelajaran.

Dalam kurun waktu kurang lebih tiga bulan, guru-guru sudah bisa melihat bagaimana kesiapan para siswa untuk terjun langsung menghadapi Ujian Nasional, meskipun belum sepenuhnya mencapai target,tetapi guru-guru berharap dalam waktu kurang lebih satu setengah bulan kedepan para siswa semakin sadar akan tanggung jawab masing-masing menghadapi Ujian Nasional.

Meskipun waktu menjelang ujian tinggal menghitung hari, kesiapan beberapa siswa masih minim. “Beberapa siswa hanya datang kesekolah namun pikiranya tidak berada disekolah, mereka tidak berusaha fokus untuk mempersiapkan ujian dengan sebaik-baiknya” tandas Pak Sukino.

Persiapan siswa untuk menghadapi UN ternyata belum optimal, terlihat jelas dari hasil try outpertama dan dan kedua masih banyak nilai yang belum bisa dikatakan lulus untuk nilai rata-rata kelulusan tingkat SMA. Mengoptimalkan kinerja siswa untuk mempersiapkan diri menghadapi Ujian Nasional tidaklah mudah, dibutuhkan kesadaran dari siswa itu sendiri akan masa depan yang sebenarnya akan mereka lewati setelah SMA.

Bertambahnya kegiatan, bertambah pula biaya yang dipergunakan untuk menopang kegiatan tersebut. “Biaya untuk kegiatan Pengayaan dan try out mendapatkan anggaran dari sekolah dan juga anggaran yang dipungut dari masing-masing siswa yang digunakan untuk membayar operasional staf dewan guru pembimbing dan juga membayar ATK pelengkap pembelajaran selama proes pengayaan dan try out dilaksanakan. Para siswa  hanya diminta membayar selama Pengayaan dan try out berjalan,” kata Pak Ignasius Sukino.

Beliau juga memberi kiat dan pesan untuk siswa-siswinya yang duduk di kelas XII maupun yang sekarang masih duduk dikelas X dan XI, “Untuk anak-anak kelas XII saya berharap untuk tetap menjaga kesehatan menjelang Ujian Nasional, semakin mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk melaju kemasa depan kalian masing-masing. Untuk anak-anak kelas XI dan X, terus semangat menjalani masa-masa sekolahmu di SMA ini, belajar itu dibawa enjoy dan jangan ada beban untuk menuju masa depanmu yang lebih baik serta satu lagi fokus kunci sukses meraih impianmu”tandas beliau. ***

April 4, 2014 Posted by | Aktivitas | Tinggalkan komentar

PERPUSTAKAAN TERBAIK: KUALITAS LAYANAN BERBASIS IT


Perpustakaan TerbaikSebagai suatu lembaga yang mengutamakan basis pendidikan dan informasi, perpustakaan merupakan media yang tepat dalam memberikan kesempatanuntuk menumbuhkan ilmu pengetahuan seseorang.Perpustakaan juga merupakan sarana pendidikan yang turut menentukan pencapaian di lingkungan sekolah, untuk itu perpustakaan harus mampu menjalankan peranan, tujuan, dan fungsi perpustakaan secara nyata yang diaplikasikan di dalam Visi dan Misi perpustakaan sekolah.

Sebagai tindak lanjut pelaksanaan Misi perpustakaan sekolah, Pustakawan SMA Santo Yosef diutus ke Yogyakarta untuk mengikuti pelatihan pengelolaan perpustakaan dari yang tradisional sampai modern. Hasil pelatihan selamasatu  tahun,pustakawan SMA Santo Yosef dapat menginput data sampai hingga perbaikan dan penyesuaian program.

Tepat pada saat bulan Oktober 2013 dilaksanakanlah Launcing Pemanfaatan Otomasi Perpustakaan SLIMS.Adapun latar belakang penggunaan otomasi perpustakaan antara lain untuk mengikuti perkembangan teknologi informasi, mempercepat layanan, dan pemrosesan cacah ulang agar lebih terakomodasi.

Otomasi perpustakaan SLIMS atau yang lebih terkenal dengan SENAYAN merupakan aplikasi yang bersifat “open source” atau “terbuka”, karena bersifat terbuka maka dapat dilakukan penyesuaian dan pengembangan sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Saat ini otomasi perpustakaan SLIMS yang dibuat oleh Hendro Wicaksono Pustakawan dari Perpustakaan Nasional Indonesia sudah dimanfaatkan oleh banyak perpustakaan di Indonesia maupun luar negeri.

Perpustakaan juga merupakan media pembelajaran, maka diperlukan tenaga yang profesional dibidangnya dalam pengelolaannya. Perpustakaan SMA Santo Yosef  dikelola oleh satu orang  kepala Perpustakan Bapak St. Teguh Raharjo, S. Pd. dan satu orang pustakawati  Ibu  E. Muryantini, sedangkan untuk proses otomasi dibantu oleh Bapak Yohanes Kamsiyanto, khusus untuk layanan pinjaman dan pengembalian koleksi dibantu oleh Tim Pustakawan yang terdiri dari  siswa siswi kelas XI.

Chintya Maharani XI IPA

April 4, 2014 Posted by | Aktivitas | Tinggalkan komentar

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.