100% untuk SMA St.Yosef
Seorang siswa kelas XII langsung memeluk mamanya begitu amplop pengumuman kelulusan dibuka, Senin (16/5) lalu. Ia lulus dengan nilai yang sangat memuaskan yang tidak diduga sebelumnya. Rasa puasnya itu ia lampiaskan dengan tetes-tetes air mata kebahagiaan sambil memeluk sang mama tercinta. “ Ma, lulus ma, aku lulus begitu kata bahagia yang keluar dari mulutnya.
Semua siswa berharap cemas dengan syarat kelulusan, yaitu memiliki nilai rata-rata minimal 5,50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan, dengan nilai minimal 4,00. Adanya informasi dari Internet dan media massa yang menyebutkan siswa yang tidak lulus di Kabupaten Lahat sebanyak 73 orang, membuat siswa tidak tenang dan deg-degan.
Dalam sambutannya, kepala SMA Santo Yosef, Heribertus Triwardono, S.Pd, menjelaskan bahwa kriteria kelulusan tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Berdasarkan Permendiknas Nomor 45 tahun 2010, pemerintah menggunakan formula baru untuk menentukan kelulusan, yaitu gabungan antara nilai UN dan nilai sekolah yang meliputi ujian sekolah dan nilai rapor. Dengan formula baru ini ada pertimbangan prestasi di sekolah, yaitu ujian sekolah dan rapor digabung dengan UN. Nilai rata-rata rapor semester 3,4,dan 5 digabung dengan nilai ujian sekolah (US) dengan pembobotan 40 % rapor dan 60% ujian sekolah diperoleh nilai NS/M. Nilai NS/M digabung dengan nilai UN dengan pembobotan NS 40% dan UN 60% diperoleh nilai akhir (NA) lulus atau tidak lulus. Formula ini merupakan peluang baik karena pertimbangan kelulusan tidak hanya hasil UN tetapi pertimbangan prestasi siswa di sekolah.
Beliau merasa bangga karena tahun ini perolehan nilai UN jurusan Ilmu Alam dan Ilmu Sosial semua klasifikasi A. Untuk jurusan Ilmu Alam, nilai Bahasa Indonesia rata-rata 8,15; Bahasa Inggris 8,72; Matematika 8,41; Fisika 8,28; Kimia 8,99 dan Biologi 7,61. Perolehan nilai Ujian Nasional untuk jurusan Ilmu Sosial, nilai Bahasa Indonesia dengan rata-rata 8,51; Bahasa Inggris 8, 74; Matematika 7,88; Ekonomi 8,47; Sosiologi 7,88 dan Geografi 7,80. Hasil nilai UN tertinggi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan perolehan nilai 9,80 Dengan hasil ini jurusan Ilmu Alam menempati peringkat ke-3 SMA se-Kabupaten Lahat dan Ilmu Sosial peringkat 5. Berdasarkan perolehan hasil tersebut, peringkat tiga besar pada jurusan IPA secara berurutan diraih oleh Emilia Pudar Wijayati Sagala, Bela Suci, dan Debi D sedangkan jurusan IPS peringkat pertama diraih oleh Marina Ramadhani, peringkat kedua Halli Aqliyandah, dan Rendy Aussie Sydney, serta urutan ketiga Rezky Achmad Triyansyah dan Christella Ayu Lolita Putri. Diakhir pemaparannya kepala sekolah menyerahan kembali siswa kelas XII kepada orangtua secara simbolis, serta pemberian sertifikat. Untuk menghindari pesta corat-coret setelah kelulusan, pihak sekolah mewajibkan siswa memakai baju batik atau kemeja atau baju lain yang pantas.
Banyak hal yang telah dilakukan sekolah untuk menyiapkan siswa sukses UN. Dimulai dari sosialisasi kepada orangtua siswa dan siswa tentang formula baru penentuan kelulusan. Tambahan belajar sudah dimulai sejak bulan November 2010, Try out dan simulasi UN pun terus dilaksanakan tiap bulan agar siswa semakin siap. Pihak sekolah selalu menekankan bahwa UN itu merupakan acara tahunan yang setiap siswa pasti akan mengalaminya. Jadi, tidak perlu ditakuti karena KKM UN lebih rendah dibandingkan KKM setiap mata pelajaran di sekolah. Disamping itu selalu menekankan kepada siswa untuk memegang teguh nilai kejujuran yang selama ini ditanamkan. Tegas beliau.
Sebagian lulusan tahun 2011 ini sudah mengantongi perguruan tinggi yang diinginkan baik di wilayah Palembang maupun pulau jawa. Universitas Sanata Dharma, misalnya, ada 17 siswa yang diterima di beberapa fakultas melalui jalur kerjasama. Beberapa siswa tersebar di Universitas Trisakti, Binus, Maranatha Bandung, Atmajaya, UPN Veteran Jogja, Parahyangan, Santa Maria Semarang. Imelda Levina sudah diterima di Fakultas Kedokteran UKI. Untuk wilayah Palembang masih mendominasi MDP dan UNSRI.
Belum ada komentar.